Sajadah Sukses

Alfatahul Ikhlas [ Karena Orang Mulia itu adalah Orang yang tidak melihat Kemuliaannya ]

Mengapa Harus Belajar Membaca Al Qur-an ?

Posted by Sajadah Sukses pada 8 Februari 2010


Inilah Beberapa Keistimewaan Al Qur-an :

1. Keistimewaan Tilawah Al Qur-än adalah sebuah kitab yang harus dibaca, bahkan dianjurkan untuk dijadikan bacaan harian. Membacanya saja dinilai oleh Allah sebagai ibadah. Pahala yang Allah berikan bukan dihitung per kata atau per ayat, namun per huruf. Rasülulläh SAW menjelaskan, Lä aqülu Alif Läm Mïm ħarfun, waläkin Alïfun ħarfun wa Lämun ħarfun wa Mïmun harfun. Rawähu at Tirmidziyy “Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu hurif, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. At Tirmidzi)

2. Keistimewaan Tadabbur Al Qur-än benar-benar menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan ditadabburkan makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayatnya.

Allah SWT berfirman,

Wa kadzälika awhaynä ilayka rüħan min amrinä mä kunta tadrï mal kitäbu wa lal ïmänu wa läkin ja’alnähu nüran nahdï bihï man nasyää-u min ábdinä. Wa innaka latahdï ilä şiräthin mustaqïm.

“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu sebuah Ruh (Al Qur-än) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Tetapi Kami menjadikan Al Qur-än itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy Syürä 42: 52)

Kitäbun anzalnähu ilayka mubärakun liyadabbarü äyätihï waliyatadzakkara ulul albäb.

“Sebuah kitab yang Kami turunkan dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Şäd 38: 29)

3. Keistimewaan Hafalan Al Qur-än selain dibaca atau direnungkan juga perlu dihafal, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal ini merupakan cirri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolok ukur keimanan dalam hati seseorang. Allah SWT berfirman: Bal huwa äyätun bayyinätun fï şudüril ladzïna ütul ílm. Wa mä yajħadu bi-äyätinä illaż żälimïn.

“Sebenarnya al Qur-än itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS al Ánkabüt 29: 49)

Rasulullah SAW bersabda, Innalladzïna laysa fï jaufihi syay-un minal Qur-äni kal baytil kharib. Rawähu at Tirmidziyy

Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat daripada al Qur-an bagaikan rumah yang tidak ada penghuninya. HR. At Tirmidzi Perintah Menjaga Bacaan Al Qur-an Persis sebagaimana yang Diajarkan Turun Temurun dari Rasulullah Pada hakekatnya tilawah bukanlah hal yang sederhana. Sehingga dalam bertilawah seorang qari’ (pembaca) dituntut menjaga keaslian (aşolah) bacaan Al Qur-an seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Jibril.

Allah berfirman: Fa-idzä qara-nal Qur-änu fattabi’ qur-änah. “Apabila kami telah membacakannya, maka ikutilah bacaannya.” (QS. al Qiyämah 75: 18 ) Karena itu Rasul SAW menunjuk dan memberi kepercayaan kepada beberapa orang sahabat untuk mengajarkannya, yakni Muádz bin Jabbal, Ubay bin Kaáb, dan Salim Maula Abi Hudzaifah.

Para sahabat kemudian mengajarkannya kepada tabiín. Dan demikian seterusnya. Al Qur-an diajarkan secara turun temurun dalam keadaan asli tanpa terkurangi huruf-hurufnya, kalimat-kalimatnya, bahkan sampai teknis bacaannya. Untuk menjaga keaslian itulah ulama menjaga sanad Al Qur-an (runtutan/silsilah para pengajar pengajar al Qur-an sejak zaman Rasul SAW sampai sekarang).

Maka tidak heran kalau Imam Al Jazari mewajibkan kepada setiap muslim untuk membaca dengan tajwid, karena hal ini merupakan penjagaan terhadap keaslian al Qur-an. Beliau mengatakan dalam Mandzumah al Jazariyyah-nya, Wal akhdu bit tajwïdi ħatmun läzim, man lam yujawwidul Qur-änu ätsim, li-annahu bihil ilähu anzalä, wa häkadzä minhu ilaynä waşalä. “Membaca (al Qur-an) dengan tajwid hukumnya wajib, barang siapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al Qur-an. Dan demikianlah, al Qur-an sampai kepada kita dari-Nya.”

Karena itulah, metode yang asasi dan asli dalam mempelajari al Qur-an dengan TALAQQI, yaitu mempelajari Al Qur-an melalui seorang guru langsung berhadap-hadapan, dimulai dari al Fätiħah sampai surat an Näs. Mengingat terbatasnya jumlah orang-orang yang menguasai Al Qur-an, terutama dalam hal tilawah, maka ulama ahli qira-ah meletakkan kaidah-kaidah cara membaca yang baik dan benar. Itulah yang disebut Ilmu Tajwid. Terdapat sedikitnya sembilan poin penting yang perlu dipelajari dalam Ilmu Tajwid yaitu: 1. Makhärij Ħuruf dan Sifatnya 2. Hukum Nun Mati dan Tanwin (Mencakup bacaan Izhhar dan Iqlab) 3. Hukum Mim Mati 4. Hukum Lam Ta’rif (Alif lam) 5. Hukum Mad (Bacaan Panjang) 6. Hukum Tafkhim (Tebal) dan Tarqiq (tipis) 7. Idgham 8. Waqaf (Berbagai Tanda Waqaf) dan Rumusnya dalam Al Qur-an 9. Beberapa istilah istilah tertentu dalam bacaanAl Qur-an Disarikan dari Muqaddimah Pedoman Tahsin Al Qur-an Oleh: Al Ustadz Abdul Aziz Adul Ra’uf, Al Hafizh, Lc

Baca Juga :

Inilah Cara Cepat belajar Membaca AlQuran untuk Pemula, Mualaf dari Dasar sampai Mahir !

DVD SmartEnglish 21GB Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris secara Mandiri !

Inilah MP3 Ceramah Penyejuk Qolbu Terlengkap Full

Tahukah Anda Cara Uniq Belajar Alquran Untuk Anak-Anak

Obat Herbal Ampuh Mengobati Penyakit Ambien Akhirnya Terkuak…!


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: